Untuk menentukan apakah suatu kain merupakan kain tenun rapier atau kain tenun jet, kita dapat melihat susunan tepi kainnya:
(1) Umumnya, benang katun-poliester berbentuk rapier (dengan alat pengaman tepi-), sedangkan benang filamen merupakan tenunan jet (dengan alat roda gigi planetary).
(2) Untuk kain jet-sisi ganda, satu sisi adalah benang dan sisi lainnya adalah filamen (dengan perangkat pengaman tepi-di tengah dan perangkat roda gigi planetary di kedua sisi).
(3) Untuk kain-dua sisi rapier, kedua benang sampingnya adalah benang katun-poliester (keduanya dilengkapi alat pengaman tepi-).
Alat tenun rapier: Alat ini menggunakan kepala dan pengangkut rapier yang kaku atau fleksibel untuk menahan dan memandu benang pakan. Selain cocok untuk menenun kain polos dan kepar, alat tenun rapier juga memiliki karakteristik mudah berubah warna, sehingga cocok untuk-kain pakan multi-warna. Bahan ini dapat diterapkan pada produksi kain-pewarnaan benang,-kain berlapis ganda, kain lingkar, dan kain dekoratif.
Alat tenun jet: Alat ini menggunakan aliran udara bertekanan yang dialirkan keluar untuk menarik benang pakan dan membawanya melewati gudang. Fitur yang paling menonjol dari alat tenun jet adalah kecepatannya yang tinggi dan produktivitas tenaga kerja yang tinggi. Cocok untuk kain polos dan kepar, kain halus dan-kepadatan tinggi, serta kain dengan volume produksi besar.
1) Produksi kain pintal jet-biasanya melibatkan berbagai macam benang pintal-halus dengan variasi kualitas lebih tinggi, terutama untuk kain ringan; sedangkan alat tenun balok umumnya memiliki variasi benang pintal-tebal yang lebih banyak dengan variasi kualitas lebih rendah, terutama untuk kain-tugas berat.
(2) Dari sudut pandang peralatan, pada dasarnya tidak ada perbedaan antara alat tenun jet dan beam dalam hal penyisipan pakan.
(3) Untuk struktur tenunan yang sama, biaya bahan bakunya sama. Biaya menenun jet lebih rendah. Misalnya pada tenunan kepar, jet loom dapat mencapai kecepatan lebih dari 800 putaran per menit, sedangkan alat tenun beam hanya berkisar 180-200 putaran per menit. Penenun pada alat tenun jet dapat mengawasi 10-12 mesin sekaligus, sedangkan alat tenun balok dapat menangani hingga 4-6 mesin.
Kesamaan: Semua tepinya berjumbai, dan spesifikasinya bisa sama.
Perbedaan: Berdasarkan jumlah benang dan spesifikasi yang sama: ① Berat kain jet sedikit lebih ringan. ② Kerataan kain tenun jet plain lebih baik dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh mesin warping. ③ Tingkat penyusutan kain jet akan lebih besar. ④ Kualitas benang yang digunakan untuk kain jet lebih baik dibandingkan dengan mesin warping.

