Puntiran yang tidak rata pada benang-pilinan ganda sering terjadi pada beberapa kumparan pertama atau beberapa kumparan terakhir di bagian depan atau belakang alat tenun. Hal ini disebabkan oleh tali naga yang longgar dan pinggirannya yang kencang. Sedangkan untuk kasus puntiran tidak rata lainnya,
Salah satunya adalah memeriksa apakah ada benda asing yang menempel pada roda spindel.
Kedua, periksa apakah ada serat yang terkumpul di rem.
Ketiga, periksa apakah ada sisa bunga yang terkumpul di pelat spindel.
Keempat, periksa apakah katup pengereman pneumatik terintegrasi dengan benar dengan roda spindel.
Penyebab kelima adalah tension wheel rusak dan tidak berfungsi dengan baik sehingga mengakibatkan putaran yang tidak merata pada beberapa unit pemintalan.
Saat mengurangi ketidakrataan puntiran pada mesin puntir, hal-hal berikut harus diperhatikan:
1. Pastikan ketegangan sabuk naga berada pada tingkat sedang.
2. Segera keluarkan serat yang terkumpul dari bagian bawah penggulung.
3. Jika sabuk naga sudah aus, sebaiknya segera diganti.
4. Melakukan pemantauan rutin terhadap kecepatan pemintalan dan memasukkannya ke dalam sistem manajemen siklus. Untuk spindel-yang berputar lambat, spindel tersebut harus segera diperbaiki atau diganti.
5. Memastikan konsistensi kualitas tabung dan mengurangi puntiran tidak rata yang disebabkan oleh masalah kualitas tabung.
6. Usahakan untuk menghindari penggunaan pipa plastik. Pipa plastik memiliki koefisien gesekan yang lebih rendah sehingga menyebabkan aliran tidak sinkron dan mengakibatkan pusaran yang kuat.
7. Pastikan mesin dan saluran benang dibersihkan secara menyeluruh.
Berikut ini adalah bagian-bagian mesin penggandaan yang perlu sering diperiksa:
Bagian spindel
Periksa fleksibilitas pengoperasian spindel: ①. Lepaskan porosnya; ②. Pegang disk stasioner dan putar perlahan disk yang berputar untuk memeriksa apakah putarannya lancar? Apakah ada suara yang tidak normal? Apakah ada kekurangan minyak?
Jika ditemukan spindel yang tidak normal, tangani spindel tersebut dengan urutan berikut:
Dengan paksa, tarik keluar cakram stasioner (pengikat filamen) untuk memisahkannya dari cakram kawat.
② Periksa apakah ada serat sisa yang melilit bantalan spindel. Jika demikian, lepaskan dan periksa fleksibilitas bantalannya.
③ Tidak ada belitan benang, tetapi bantalan tidak berputar dengan lancar; atau bahkan setelah benang dilepas, bantalan masih tidak berputar dengan lancar. Dalam kasus seperti ini, perlengkapan khusus harus digunakan untuk melepas bantalan dan menggantinya dengan yang baru.
④ Gunakan perlengkapan khusus untuk menahan cincin bagian dalam bantalan, lalu tekan bantalan ke dalam.
⑤ Setelah-memasang kembali cincin pada bantalan, cakram stasioner didorong masuk.
Jika oli di ujung poros tidak mencukupi, maka harus segera diisi ulang.
2. Bagian Sabuk Naga
Periksa apakah sabuk naga mengeluarkan suara yang tidak normal, apakah bergerak ke atas dan ke bawah, apakah tersangkut benang, dan apakah ada oli. Suara tidak normal dari sabuk naga menunjukkan bahwa pengoperasiannya salah, atau benangnya terlilit. Periksa apakah sabuk naga telah menyentuh bagian terendah dari pemandu. Jika sudah, sesuaikan ketinggian katrol penegang. Mulai penyetelan dari sisi katrol penggerak. Saat diputar ke kanan-, sabuk naga berputar searah jarum jam, jadi mulailah pemeriksaan dari katrol penggerak dan periksa searah jarum jam untuk satu putaran penuh. Jika sabuk naga tersangkut benang, tangani saat mesin dihentikan jika benang yang ada hanya sedikit. Jika jumlahnya besar, perlu segera ditangani. Jika tidak, sabuk naga akan tergelincir dan mengeluarkan suara yang tidak normal. Ketika sabuk naga sangat terkontaminasi, kecepatan spindel akan berkurang, sabuk naga akan tergelincir, dan suara tidak normal akan terjadi. Oleh karena itu, lepaskan sabuk naga dan bersihkan dengan deterjen netral.
3. Mengencangkan roda pemandu
Selama penggerak sabuk naga, ketegangan sabuk naga dipertahankan melalui sisi luar katrol penegang dan sisi dalam sabuk naga. Fungsi utama katrol penegang adalah untuk menjaga ketegangan sabuk naga dan memastikan transmisi tidak selip. Saat menyetel katrol penegang, perlu dipastikan bahwa putaran katrol penegang fleksibel. Jika putaran katrol penegang tidak fleksibel maka sabuk naga akan aus. Pada saat yang sama, perlu dipastikan bahwa transmisi katrol penegang lancar. Jika sabuk naga saat ini terlalu tinggi, maka perlu disesuaikan ke bawah. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: ① Kendurkan sekrup pengencang; ② Kendurkan sekrup pengangkat kiri lalu buka sekrup pengangkat kanan; ③ Kencangkan sekrup pengencang. Secara umum, rentang penyetelan sabuk naga sangat kecil, dan disarankan untuk membuat posisi sabuk naga pada setiap katrol penegang sama.

